thumbnail

Khasiat Daun Dewa, Herbal Anti Koagulan (anti pembeku darah)

Posted by dk on Tuesday, October 26, 2010

Daun dewa menurut Hyne merupakan tanaman obat yang berasal dari Burmadan Cina. Perkembangan lebih lanjut mencapai negara-negara di Asia seperti juga di lndonesia. Tanaman merupakan herba semusim yang dapat berumur lebih dari satu tahun.
Nama latinnya Gynura Segetum (Lour.)Merr. Nama daerahnya Beluntas cina. Deskripsi tanaman: Tanaman semak semusim, tinggi 10-25 cm, berbatang lunak, berambut halus, warna ungu kehijauan. Daun tunggal, bentuk bulat telur, berbulu lebat, permukaan atas hijau, bawah ungu. Bunga majemuk berbentuk tongkat, berbulu, kelopak hijau, mahkota berwarna kuning. Buah kecil berwarna coklat.
Secara empiris herba ini dikenal sebagai obat bisul. Namun penelitian lebih lanjut membuktikan bahwa daun dewa banyak memiliki khasiat diantaranya sebagai antikoagulan (anti pembeku darah), memperlancar peredaran darah dan mengurangi pembengkakan, Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan adalah daun dan umbi.
Penggunaan secara tradisional tanaman ini yaitu dengan cara dilalap dan dibalurkan (daun) di bagian yang sakit, dan rebusan (daun dan umbi). Namun seiring kemajuan jaman, orang lebih suka menggunakan sediaan tanaman ini dalam bentuk yang lebih praktis yaitu kapsul maupun tablet.
Berikut ini beberapa khasiat yang terkandung pada daun umbi daun dewa, diantaranya:
  • Daunnya berkhasiat untuk mengobati luka terpukul/memar
  • Melancarkan sirkulasi darah
  • Melancarkan haid
  • Hipertensi
  • Mencegah tumor,
  • Mengobati kencing manis
  • Diabetes
  • Membantu penyembuhan tulang patah
  • Menghilangkan panas
  • Membersihkan racun
  • Mengobati dan Mencegah sakit jantung
  • Sebagai anti kolesterol
  • Bagian daunnya dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kutil dan tumor
Dunia Komputer
Blog Dunia Komputer Updated at: October 26, 2010
thumbnail

Khasiat Tanaman Jahe

Posted by dk on

jahe
Jahe, lebih dari sekedar bumbu dapur, karena terbukti manjur mengusir berbagai penyakit. Bahkan NASA, pernah tertarik meneliti khasiat jahe untuk mengatasi mabuk para awaknya.
Tidak ada yang tahu persis asal mulanya tanaman jahe alias zingiber officinale telah dikenal sebagai bumbu dapur yang berkhasiat obat sejak ratusan tahun yang lalu.

Di cina, jahe kering telah dipakai sebagai bahan baku obat oleh seorang tabib yang hidup pada zaman kaisar Shen Nong, yang hidup 2000 tahun sebelum masehi. Di cina juga di temukan dua buku kedokteran yang pertama kali membahas khasiat jahe segar pada tahun 500 masehi. Selain di negeri tirai bamboo, yang dikabarkan telah mengenal jahe 2000 tahun sebelum masehi adalah india.
Negara-negara barat juga banyak yang memanfaatkan jahe sebagai obat traditional. Setidaknya itu dibuktikan dengan bahasan khasiat tanaman jahe yang tertulis pada buku kedokteran anglo saxon yang terbit pada abad ke 11. Dua abad kemudian, jahe merupakan bumbu dapur yang sangat popular di inggris, setelah lada hitam. Harga bumbu dapur ini juga ketika itu selangit, untuk memperoleh 1 pon ( setengah kilogram) jahe, harus mengeluarkan uang yang nilainya setara sengan seharga seekoor domba.

SEJARAH PENGOBATAN

Di cina, jahe segar di anggap berbeda dengan jahe kering. Bahkan ada seorang ahli tumbuhan kuno yang mengira jahe berasal dari dua tanaman yang berbeda. Ahli pengobatan sering memakai jahe segar untuk mengusir ‘hawa dingin’ atau ‘ racun’ dan mengurangi rasa mual. Sementara jahe kering di pakai untuk menyembuhkan kekurangan ‘hawa dingin’ pada nyeri lambung , nyeri perut, diare, batuk dan rematik.
Di india jahe segar juga dimanfaatkan untuk mengobati mual, asma, batuk dan rasa nyeri yang hebat dan mendadak, juga dipakai untuk mengatasi jantung berdebar-debar, gangguan pencernaan, nafsu makan menurun dan rematik bahkan , pada abad ke 19, sari jahe menjadi obat asma dan batuk yang popular di india. Untuk obat batuk, sari jahe di campur jus bawang putih segar dan madu, sedangkan untuk meredakan mual, jahe segar ditambah sedikit madu dan sejumput bulu burung merak bakar. Bubuk jahe segar juga bisa di campur air, kemudian di aduk hingga berbentuk pasta dan dioleskan di pelipis untuk meredakan sakit kepala.
Kebanyakan orang eropa minum teh jahe untuk mengatasi gangguan pencernaan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa minum dua atau tiga cangkir penuh the jahe dapat mengurangi gejala gout (penyakit radang sendi akibat kelebihan asam urat), perut kembung atau gangguan pencernaan (akibat terlalu banyak minum minuman keras ). Selain itu jahe juga memiliki khasiat memperlancar peredaran darah.

PENELITIAN TERBARU

jahe_kering

Peneliti-penelit modern ternyata member dukungan terhadap penggunaan ‘ramuan tradisional’ jahe ini. Dari hasil penelitian, ekstrak jahe, baik dari jahe segar maupun jahe kering, berkhasiat dalam mengatasi infeksi bakteri, infeksi jamur, kejang, nyeri, luka serta gangguan lambung, tumor, kram dan reaksi alergi. Ekstrak jahe yang di teliti adalah sesuai standard gingerol, yaitu ekstrak yang tidak kehilangan rasa dan aroma jahe yang tajam.
Penelitian terhadap binatang percobaan tikus yang di lakukan di cina dan Negara – Negara barat, menunjukan bahwa jahe segar ampuh untuk meredakan nyeri dan infeksi. Percobaan in vitro (laboratorium) memperlihatkan bahwa jahe menghambat oksidasi (= bersifat antioksidan) sehingga dapat mengurangi resiko penyakit kanker, dan juga menghambat pertumbuhan dari kuman.
Jahe juga bermanfaat untuk sirkulasi darah. Tumbuhan rimpang ini memiliki khasiat antikoagulan (anti pembekuan darah) yang lebih hebat dari pada bawang putih atau bawang merah. Jahe juga mampu menurunkan kadar kolesterol karena bisa mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah dan hati. Penelitian yang dilakukan oleh ahli-ahli di jepang memperlihatkan bahwa jahe dapat menurunkan tekanan darah dengan jalan mengurangi laju aliran darah perifer (aliran drah tepi).
Para ahli juga ada yang mencoba jahe untuk mengobati migren. Pengujian ini di dorong terapi ayurveda untuk mengobati gangguan pada sistem saraf. Khasiat jahe sebagai obat migren ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Pada umumnya penelitian jahe diutamakan untuk mengetahui efeknya terhadap pencernaan. Di negeri cina, hasil penelitian yang dilakukan terhdap manusia menunjukan bahwa minuman yang terbuat dari jahe segar dapat menurunkan sekresi asam lambung selama beberapa jam. Kemudian meningkat kembali setelah beberapa lama. Penelitian lainnya menyatakan bahwa akar jahe kering aakan memperkuat lambung, usus halus dan mencegah muntah.
Penelitian terbaru menunjukan ekstrak aseton dan methanol yang berasal dari jahe memiliki efek yang kuat untuk menghambat terjadinya tukakl ( luka) pada lambung. Penelitian lainnya menunjukan bahwa gingerol mampu mengatasi afek toksisitas (keracunan) pada hati dengan jalan meningkatkan asam empedu.
Dunia Komputer
Blog Dunia Komputer Updated at: October 26, 2010
thumbnail

Jahe?!

Posted by dk on Wednesday, July 21, 2010

Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik dinegeri kita. Jahe merupakan salah satu rempah - rempah penting. Rimpangnya sangat luas dipakai antara lain :
* sebagai bumbu masak
* pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti
* kembang gula
* berbagai minuman
Jahe juga digunakan dalam industri obat, minyak wangi dan jamu tradisional. Jahe mudah dimakan sebagai lalaban, diolah menjadi asinan dan acar. Disampaing itu, karena dapat memberi efek rasa panas dalam perut, maka jahe juga digunakan sebagai bahan minuman seperti bandrek, sekoteng dan sirup.

Khasiat Jahe
Jahe dapat merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan dan pensernaan.
Jahe yang digunakan sebagai bumbu masak terutama berkhasiat untuk menambah nafsu makan, memperkuat lambung, dan memperbaiki pencernaan. Hal ini dimungkinkan karena terangsangnya selaput lendir perut besar dan usus oleh minyak asiri yang dikeluarkan rimpang jahe.
Minyak jahe gingerol yang berbau harum khas jahe, berkhasiat mencegah dan mengobati mual dan muntah, misalnya :
- karena mabuk kendaraan atau pada wanita yang hamil muda
- merangsang nafsu makan
- memperkuat otot usus
- membantu mengeluarkan gas usus
- membantu fungsi jantung
- mengobati selesma
- mengobati batuk
- penyakit diare
- penyakit radang sendi tulang seperti artritis
Jahe juga dipakai untuk meningkatkan pembersihan tubuh melalui keringat.
Penelitian modern telah membuktikan secara ilmiah berbagai manfaat jahe, antara lain :
# menurunkan tekanan darah.karena jahe dapat merangsang pelepasan hormon adrenalin dan memperlebar pembuluh darah, akibatnya darah mengalir lebih cepat dan lancar dan memperingan kerja jantung memompa darah
# Membantu pencernaan, karena jahe mengandung enzim pencernaan yaitu protease dan lipase, yang masing - masing mencerna protein dan lemak
# Gingerol pada jahe bersifat antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke dan serangan jantung. Gingerol juga diduga membantu menurunkan kadar kolesterol.
# Mencegah mual, karena jahe mampu memblok serotonin, yaitu senyawa kimia yang dapat menyebabkan perut berkontraksi, sehingga timbul rasa mual. Termasuk mual akibat mabok perjalanan
# Membuat lambung menjadi nyaman, meringkankan kram perut dan membantu mengeluarkan angin
# Jahe juga mengandung antioksidan yang membantu menetralkan efek merusak yang disebabkan oleh radikal di dalam tubuh
Dunia Komputer
Blog Dunia Komputer Updated at: July 21, 2010
thumbnail

Manfaat LIDAH BUAYA

Posted by dk on

The image  “http://tbn1.google.com/images?q=tbn:DtPR3O0vO6IIgM:http://akusehat.files.wordpress.com/2008/05/aloe.jpg”  cannot be displayed, because it contains errors.Lidah Buaya (Aloevera) mempunyai ciri – ciri yang sangat unik bila diteliti dengan baik dia mempunyai daun yang sangat tebal, dan bergerigi. Setelah diteliti ternyata banyak manfaat dari libah buaya ini, yang lebik baik lagi lidah buaya juga dipergunakan untuk kecantikan.
Lidah Buaya (Aloevera) hampir menyerupai kaktus dan termasuk jenis tanaman tahunan. Keistimewaan dari sifatnya yang patut dikagumi adalah kemampuannya bertahan hidup didaerah kering pada musim kemarau, yakni dengan cara menutup stomatanya tapat – rapat. Hal itu dilakukan untuk menghindari kehilangan air dari dalam tubuhnya.
Lidah Buaya (Aloevera)
Walaupun sudah dikenal lama, hanya sedikit masyarakat yang tahu manfaat dan khasiat tanaman ini. Padahal, kandungan didalam Lidah Buaya (Aloevera) tidak sekedar untuk mencuci rambut, tetapi juga bisa mengobati penyakit, menghaluskan kulit, menyuburkan rambut atau sebagai muniman dan makanan kesehatan. Dengan berbagai keunggulan yang dikandungnya, tanaman berlendir ini dapat dijadikan lahan bisnis baru, sehingga bisa menjadi tanaman agroindusrti.
Berdasarkan hasil penelitian, daun Lidah Buaya (Aloevera) dapat berfungsi sebagai anti–iflamasi, anti jamur, antibakteri dan regenerasi sel. Disamping itu Lidah Buaya (Aloevera) bermanfaat untuk menurunkan kadar gula dalam darah pada penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung bagi penderita HIV.

Bunga dan akar juga memiliki khasiat mengobati penyakit. Bunga Lidah Buaya (Aloevera)berkhasiat mengobati luka memar dan muntah darah. Akarnya berfungsi sebagai obat cacing dan susah buang air besar ( sembelit ).
Pada tahun 1977 dilaporkan dalam Drugs and cosmetic Journal bahwa rahasia keampuhan Aloe Vera terletak pada kandungan zat nutrisinya yakni polisakarida (terutama glukomannan) yang bekerjasama dengan asam – asam amino esensial dan sekunder, enzim oksidase, katalase, dan lipase terutama enzim – enzim pemecah protein (protease). Enzim yang terakhir ini membantu memecahkan jaringan kulit yang sakit akibat kerusakan tertentu dan membantu memecah bakteri. Sehinggal gel Aloe Vera itu bersifat antibiotic, seklaigus peredam sakit. Sementara itu asam amino berfungsi untuk menyusun protein mengganti sel yang rusa
Dunia Komputer
Blog Dunia Komputer Updated at: July 21, 2010
thumbnail

Tanaman Johar Obat Malaria

Posted by dk on

Tanaman johar sangat dikenal dari Zaman nenek moyang dulu untuk mengobati berbagai macam penyakit diantara nya penyakit malaria.
Kekayaan hayati yang sudah dimanfaatkan nenek moyang kita sejak ratusan tahun lalu, sampai kini masih potensial dikembangkan. Salah satunya adalah tanaman johar (Cassia siamea Lamk), yang telah digunakan secara empirik tradisional untuk mengobati malaria. Pengobatan malaria menjadi penting, karena saat ini berbagai upaya untuk mengatasi malaria masih belum memuaskan.

 
Penggunaan johar untuk atasi malaria sudah dilakukan masyarakat Jawa. Sedang di Aceh johar dikenal sebagai obat tradisional untuk penyakit kuning atau hepatitis.Alternatif pengobatan malaria diperlukan, karena resistensi parasit malaria terhadap beberapa obat modern banyak terjadi. Misal klorokuin di hampir semua provinsi di Indonesia. Daerah endemik malaria pun makin meluas. Perusakan lingkungan yang makin tak terkendali, membuat pemberantasan penyakit maupun vektornya makin berat.

KEBIASAAN menggunakan johar kemudian diteliti, untuk menjawab cara kerjanya dalam mengatasi malaria. Mungkinkah dapat membunuh parasit malaria, menurunkan demam, atau meningkatkan daya tahan tubuh?
Maka dilakukanlah penelitian pengaruh johar terhadap Plasmodium berghei in vivo pada mencit dan Plasmodium falciparum in vitro. Dilakukan pula penelitian untuk melihat efek antipiretik johar pada tikus yang didemamkan. Untuk mengetahui peningkatan daya tahan tubuh, dilakukan penelitian imunomodulator menggunakan tikus.
Selain itu, ada berbagai penelitian pelengkap antara lain toksisitas akut sampai subkronik, penelitian mutagenik untuk mengetahui efek perubahan gen yang dapat mengarah pada timbulnya kanker dan penelitian fitokimia untuk mengetahui kandungan zat berkhasiat, serta penelitian formulasi untuk memperoleh formula terbaik dilihat dari sisi teknologi farmasi.
Para peneliti obat tradisional di Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional, Badan Litbangkes Depkes RI, sudah mampu melakukan semua prosedur penelitian di atas. Namun, sebelum penelitian berlangsung, perlu dilakukan penelitian pendahuluan untuk mengetahui berbagai bentuk sediaan tanaman johar berdasarkan polaritasnya. Antara lain bentuk infus, ekstrak etanol 70 persen, ekstrak kloroform, ekstrak eter-minyak bumi.
Ternyata ekstrak etanol 70 persen toksisitasnya paling rendah sedang beberapa efek farmakologinya paling baik. Karena itu, digunakanlah bahan uji berupa ekstrak etanol 70 persen .

GARIS besar penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut. Berdasarkan penelitian toksisitas akut menurut cara Weil dan kawan-kawan, ekstrak etanol 70 persen daun johar tergolong tidak toksik.
Cara menggunakan Daun Johar :
Caranya dengan menggunakan 3/4 genggam daun johar segar, dicuci lalu direbus dengan air bersih tiga gelas hingga tinggal lebih kurang tiga perempatnya. Sesudah dingin disaring lalu diminum dicampur dengan madu secukupnya diminum 3 kali sehari masing-masing 3/4 gelas.
Selamat mencoba.
Dunia Komputer
Blog Dunia Komputer Updated at: July 21, 2010